Bukan hanya tentang Amir Hamzah, Harus Disadari: Langkat Memang Memikat

Foto: Masjid Azizi tampak dari depan/ Pangerandiksi.com

Kau kurniai aku

Kelereng kaca cerah cuaca

Hikmat raya tersembunyi dalamnya

Jua bahaya dikandung kurnia, jampi kau beri

Menundukkan kepala naga angkara

Kurnia, Amir Hamzah

Begitulah sepotong sajak ‘Kurnia’ yang dibuahkan pada 1929 oleh seorang sastrawan termasyhur sejagat Pertiwi. Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera, namanya tak asing lagi bagi warga Indonesia yang tahu sejarah. Warga Tanjungpura, Kabupaten Langkat tampaknya begitu memuliakan nama Amir Hamzah yang bukan sekadar sosok ‘Raja Penyair Pujangga Baru’ berkelas dunia dari zaman pra-Revolusi Nasional Indonesia itu. Amir Hamzah diangkat menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106/ tahun 1975, pada 3 November 1975.

DAFTAR ARTIKEL LAINNYA:

Awal yang sakral, perjalanan Familiarization Trip (Famtrip) Langkat 2022 dimulakan dengan singgah sebentar ke Masjid Azizi. Masjid seluas sekitar 24.000,00 meter yang berada di sisi Jalan Lintas Sumatera Medan – Aceh ini memiliki tiga sisi eksterior utama. Di areal bangunan utama masjid berdiri menara setinggi 60 meter dan makam utama keluarga Kesultanan Langkat. Dari depan masjid, di sisi kiri terdapat Balai Pustaka Tengku Amir Hamzah, dan di sisi kanan tepatnya di sebelah makam utama terdapat pusara pahlawan Amir Hamzah dan makam-makam lainnya.

Baca juga, yuk! Atur Keuangan Jadi Lebih Baik di BSI Tabungan Rencana, Nggak Ribet plus Gratis Asuransi

Langkat memang memikat. Sebagai kabupaten terluas di Provinsi Sumatera Utara, Langkat perlu perhatian penuh oleh siapa pun. Daerah seluas lebih kurang 6.262,00 kilometer yang cuma dihuni 1 jutaan penduduk ini tampaknya harus diberi amunisi untuk bangkit agar menjadi daerah kebanggaan di Sumut. Tak salah tujuan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumut melalui kegiatan Famtrip ingin melihat lebih dekat destinasi wisata yang ditawarkan Langkat. Bukan sekadar bermain, Famtrip Langkat 2022 yang dilaksanakan pada 26 – 29 Juli ini membawa misi promosi dan membangkitkan pariwisata daerah. Sepenting itukah?

Ya, Amir Hamzah hingga mati tragis memperjuangkan bangkitnya NKRI, khususnya tanah Melayu, Langkat-Binjai. Oleh karena itu, taklah berlebihan kalau Langkat bukan sekadar nama Amir Hamzah yang agung — Langkat yang luas punya alam yang bisa membelalakkan mata, sebab surga kecil ada di tanah bertuah ini. Di mana tepatnya?

Baca juga, yuk! Belajar Hidup tak Banyak Tingkah ala Khaby Lame, Why Not?

Berkunjung ke Langkat sepertinya kurang afdal kalau belum ke Masjid Azizi walaupun sekadar berfoto. Mata tak akan bosan memandang dan takjub akan panorama rumah ibadah berwarna kuning khas Melayu yang dibangun Sultan Langkat pertama Musa Al Holidin Muazzam Syah pada 1896 itu. Masjid Azizi merupakan cagar budaya dan saksi sejarah penyebaran agama Islam di tanah kelahiran pahlawan nasional Amir Hamzah.

Sebagai destinasi wisata sejarah di Langkat, Masjid Azizi tak pernah sunyi dikunjungi masyarakat. Tentu, Langkat masih punya jualan lain, Tangkahan dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dua lokasi ini merupakan destinasi penting dalam mendukung wisata Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional, supaya para wisatawan luar tak cuma tahu Danau Toba jika berkunjung ke Sumut.

Ingat Tangkahan, ingat gajah

Sudah banyak turis mancanegara yang tahu bahwa Tangkahan merupakan daerah penangkaran gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) — atau mereka lebih tahu daripada warga Indonesia sendiri? Pusat Latihan Satwa Khusus Gajah Sumatera Tangkahan terletak pada zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Leuser yang luas areanya 3.837,77 hektare.

Tangkahan terletak di pertemuan aliran Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan yang mengalir ke hilir dan bertemu Sungai Musam. Sungai Batang Serangan mengalir membelah Sungai Tanjungpura untuk sampai ke Pantai Timur Sumatera. Tangkahan merupakan lokasi favorit bagi pembalak liar, pohon-pohon besar habis-habisan dijadikan perabot rumah tangga, tapi itu dulu — banditnya sudah ditangkap.

Baca juga, yuk! Baju Fatih Indonesia Bikin Cowok makin Keren dan Percaya Diri, Sudah Punya?

Tangkahan mulai berbenah, masyarakat sekitar telah diberdayakan untuk merawat ekosistem hutan. Dan akhirnya gajah-gajah yang ada di sana mulai berdamai dengan manusia hingga pada 2004 produk wisata edukasi alam Tangkahan mulai diluncurkan. Sempat mendapat rumor yang jelek terkait perilaku masyarakatnya, Tangkahan kini menjadi kawasan yang paling seru untuk dikunjungi. Wisatawan akan disambut oleh warga sekitar dengan keramah-tamahannya dan siap membantu memberikan informasi terkait wisata alam Tangkahan.

Ingat! Ke Tangkahan jangan sampai tak bertemu gajah Sumatera, ya. Nah, untuk berjumpa dengan hewan liar yang cerdas ini, wisatawan dapat bertemu di dua waktu dalam sehari. Layaknya manusia yang tak ingin badannya terasa kotor, gajah-gajah di Tangkahan selalu mandi sehari dua kali, yakni pukul 07.00 dan 17.00 WIB. Mandi bareng gajah rasanya memiliki keseruan tersendiri, wisatawan dapat menyikat dan menyiram gajah. Gajah juga bisa jail, ia akan membalas wisatawan dengan menyemprotkan air melalui belalainya yang panjang bahkan bersalaman hingga mencium wisatawan yang cantik-cantik.

Berjumpa orang utan, tapi jangan ikut bergelantungan!

TNGL merupakan salah satu taman nasional tertua dan terpopuler di Indonesia yang punya beragam kekayaan flora dan fauna. Sekitar 3.500 jenis flora dan 129 jenis fauna hidup damai sejahtera di kawasan taman ini. Luasnya sekitar 1.094.692 hektare membentang di dua provinsi besar, yakni Sumut dan Aceh. Sebagai kawasan ekosistem paling urgen di muka bumi, TNGL kian menjadi pusat perhatian konservasi dunia. Makanya banyak bule yang meneliti sekalian berwisata di sini.

Baca juga, yuk! Sepatu Aerostreet Produksi Lokal, Keren dan Berkualitas, Kok Bisa Murah Banget?

Perjalanan Famtrip Langkat 2022 selanjutnya melakukan tracking ke kawasan TNGL Langkat. Dari Jungle Inn, 50 peserta Famtrip menapaki jalan ke atas Bukit Lawang selama 3 jam. Mulai dari lorong-lorong perkampungan, jembatan gantung yang menggetarkan jiwa, tanjakan, turunan, tebing hingga sungai dilewati.

Di puncak bukit, momen berharga telah ditemukan. Ya, si orang utan Sumatera (Pongo abelii) santai bergelantungan. Tampak, banyak sorot kamera membidik gayanya di ranting-ranting pohon hutan hujan tropis ini. Orang utan merupakan salah satu spesies endemik yang ada di Indonesia. Satwa primata jenis ini cuma tersebar di tiga daerah, spesies Pongo pygmaeus adalah orang utan yang hidup di kawasan hutan Kalimantan, Pongo tapanuliensis yaitu orang utan yang mendiami hutan Tapanuli Tengah, dan Pongo abelii merupakan orang utan Sumatera yang bergelantungan di kawasan TNGL.

Baca juga, yuk! Siapa Mohammad Tabrani Sosok di Balik Bahasa Indonesia?

Memotret si endemik Pongo abelii tak akan pernah cukup sehari. Namun, peserta harus turun bukit dan menyusur sungai. Dalam perjalanan, peserta Famtrip mendapati jalan yang cukup ekstrem, yakni jalan setapak dihimpit tebing dan jurang yang sangat curam. Sementara, untuk melewatinya ada sebatang pohon besar yang melintang ke arah jurang. Untuk menaklukkan jalan ini, peserta dengan berhati-hati satu per satu menaiki batang pohon berdiameter sekitar 2 meter tersebut.

Rasa lelah hilang seketika, detak jantung berangsur normal, embus napas mulai beraturan setelah melihat alir sungai yang menenangkan, batu-batu kecil di dasarnya tampak jelas. Inilah destinasi pamungkas dari peserta Famtrip. Melakukan tubing dengan jarak yang tak begitu jauh dari Jungle Inn rasanya seperti minum madu sepucuk sendok bayi. Mau lagi, dan lagi.

Ada pesan penting dari perjalanan Famtrip Langkat 2022, bukan sekadar jalan dan lelahnya. Manusia itu tidak ada yang bisa sendiri, karena hidup kita selalu bergandengan tangan. Ibarat manusia dan alam yang hidup berdampingan, kita harus bisa saling menjaga ekosistem yang ada di bumi ini. (Pangerandiksi.com >< Blackrose.id)

Rekomendasi artikel buat kamu

1 Komentar

  1. […] Baca juga, yuk! Bukan hanya tentang Amir Hamzah, Harus Disadari: Langkat Memang Memikat […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *