Larik: Kisah Puisi

Kisah Puisi

aku membawa namamu ke suatu malam paling dalam

kuserahkan kepada Empu yang menciptakan.

***

puisi-puisi telah mendirikan arti

sebagaiamana aku mendefinisikan enigma di balik bibirmu

kota telah mati, sementara sejarah masih nganga di kepala mengisahkan kita

Baca juga, yuk! Larik: Sunyi di Warenhuis Karya Pangeran Diksi

puisi pun, dimatikan malam

; dimatikan oleh kealpaan, oleh jalan kita.

2022/ @pangerandiksi

DAFTAR ARTIKEL LAINNYA:

Sejarah Kota

ada yang tenggelam di malam sepi

dan puisi yang mengalamatkan arti

kepada yang bertanda tanya

; kepada sejarah suatu kota

ada yang melarikan diri

dari segala kemungkinan perjalanan kembali

Baca juga, yuk! Larik: Puisi-Puisi di Dada Bu Ngadiem Karya Pangeran Diksi

kota yang menjadi saksi asal sepasang asa

ada yang tak ingin pulang ke kota yang mengajarkan bahasa tabah.

perlahan aku menarik diri dari keramaian dan semakin memulangkan sepi di kedalaman hati

teman-teman berkunjung ke kota memotret banyak kelakuan orang-orang

Baca juga, yuk! Larik: Ayat-Ayat Purnama

; dan belajar jadi pelakon kekejaman kota

malam di kota semakin menghentikan jalan raya; dan ada yang tak mau mati dimangsa sepi, katanya.

Ia akan mengubah kelakuan kota menjadi dapat diterima

sementara aku memilih pergi setelah bersusah payah menata segala upaya yang sama

; menjadikan kota sebagai sejarah yang mengisahkan keadaan patah.

2022/ @pangerandiksi

Baca juga, yuk! Larik: Sunyi di Warenhuis Karya Pangeran Diksi

Memulangkan Sunyi ke Dadamu

kusebut kau sebagai puisi yang memulangkan sunyi

ke dadamu aku bertanya kepada waktu yang mengembang-kempiskan segala ceracau

layang-layang menuju angin menerbangkan segala ingin

Yuk, Subscribe Youtube Pangeran Diksi!

dan langit terus mengoranye; seorang anak merajuk di pucuk-pucuk sore

sampai malam ke penghabisannya dan surya dari muasalnya.

2022/ @pangerandiksi

Rekomendasi artikel buat kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *