Larik: Puisi Sepi

Mata dan Jantung

Ia merasakan ada sepasang lengkung mata yang mengisyaratkan lelah

tapi jantung kota masih tak peduli dengan seberapa detak yang tersisa.

Subscribe Pangeran Diksi

Di Mana Mata Air

Ranting-ranting bugenvil basah memuarai  embun ke pucuk-pucuk teki.

Dan seseorang yang bertanya: di mana mata air ia muarakan.

DAFTAR ARTIKEL LAINNYA:

Ekspansi Rindu

Kau seperti penjajah, hendak kuasa — aku dalam nganga rayu: rayumu yang niskala,

terperuak sanubariku karena ekspansi rindu yang kita buat sama-sama.

Baca juga, yuk! Larik: Ayat-Ayat Purnama

Puisi Sepi

Aku semakin jadi puisi di antara hujan dan sepi,

kau suguhi sepi itu bersama asa yang alpa.

Baca juga, yuk! Larik: Kisah Puisi

Hening Malam

Malam semakin meruncing dan ada yang belum usai menebar hening,

dan ada yang pening.

(Pangerandiksi.com)

Rekomendasi artikel buat kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *